Sabtu, 30 Juli 2011

Alasan Kenapa Pada Rel Kereta Api Terdapat Banyak Kerikil

Entah anda perhatikan atau tidak, hampir di sepanjang rel kereta api biasanya terdapat batu kerikil yang terletak di bawah dan pada samping kanan dan kiri rel kereta api. Batu kerikil ini memang sengaja disebar di sekitar rel kereta api tersebut. Dan ternyata batu kerikil ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk menunjang keberadaan rel kereta api yang berdiri di atasnya.

Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api
Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.
Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.
Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.
Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.
Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil

Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.
Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api.

Rabu, 20 Juli 2011

10 Film Superhero Terbaik

Hollywood selama beberapa tahun terakhir membuat berbagai film yang mengangkat cerita superhero komik dengan anggaran gila-gilaan. Rumah produksi menggunakan teknologi digital tercanggih, sutradara cerdas dan aktor terbaik untuk membuat film superhero bermutu. Hasilnya: sebuah kualitas cerita dan gambar yang mengagumkan.
Meski masa depan film impor Hollywood di Indonesia belum jelas akibat penunggakan pajak oleh para importir film, tak ada salahnya kita melihat film-film superhero terbaik, seperti dikutip dari situs majalah Time:
1. “The Incredibles” (2004)

“The Incredibles” sukses menjadi film superhero terbaik selama 10 tahun terakhir. Mengapa? Karena film ini bisa lebih nyata, lebih seru, dan lebih lucu dari film superhero yang lain. Selain itu film ini juga bisa lebih menyentuh dan meninggalkan kesan yang dalam usai menontonnya.
Film yang bercerita soal sebuah keluarga dengan berbagai kemampuan super ini merupakan adaptasi dari karakter di Marvel DC Comics dan diproduksi oleh Pixar Studios.
2. “The Dark Knight” (2008)

Sutradara Christopher Nolan berhasil membuat “The Dark Knight” tampil lebih keras dengan berbagai aksi seru pemerannya.
Di film ini pula akting Heath Ledger mendapat pujian dari banyak pihak. Aktor kelahiran Australia tersebut meninggal dunia akibat penyalahgunaan obat tak lama setelah produksi “The Dark Knight” rampung.
3. “Spider-Man 2” (2004)

Hal yang paling diingat orang dari film “Spider-Man 2” ialah ketika Peter Parker (Tobey Maguire) yang berkostum manusia laba-laba menyelamatkan kereta yang penuh oleh penumpang saat melaju tak terkendali. Dalam film diperlihatkan bagaimana Spider-Man menahan laju kereta dengan kakinya yang berpijak di atas rel. Hal tersebut membuat bantalan rel terkelupas akibat kaki Spider-Man menahan derasnya laju kereta.
Tokoh antagonis Dr. Octopus (Alfred Molina) juga mampu menampilkan sisi bengisnya sebagai penjahat, tapi juga tetap menyimpan rasa humanisnya.

4. “Unbreakable” (2000)


Film superhero yang berbeda dari cerita superhero yang lain. Sutradara M. Night Shyamalan mampu membuat “Unbreakable” menjadi sebuah film thriller psikologis yang mencekam. Akting Bruce Willis mengingatkan kita kepada perannya di film “The Sixth Sense” (1999) yang juga disutradarai oleh Shyamalan.
5. “Superman II” (1980)

Apa yang membuat sebuah film superhero terasa bagus? Salah satunya adalah kostum keren sang jagoan dan musuh yang sulit dikalahkan.
Di “Superman II” musuh Superman (Christopher Reeve) bukan cuma Lex Luthor (Gene Hackman), tapi juga Jenderal Zod (Terence Stamp) yang menyerbu Bumi. Zod digambarkan menjadi musuh Superman yang tangguh.
Jangan lupakan pula cerita cinta Clark Kent dengan Lois Lane (Margot Kidder) yang klasik, seklasik akting mendiang Christopher Reeve sebagai Superman yang sampai sekarang sulit untuk digantikan.

6. “Blade II” (2002)

Kisah makhluk separuh manusia separuh vampir yang memburu vampir penghisap darah manusia ini dari segi cerita memang tidak terlalu menggigit. Tapi sutradara Guilermo del Toro mampu mengemas konflik antara Blade (Wesley Snipes) dengan anggota pasukan yang dipimpinnya di saat harus melawan sekelompok vampire yang disebut Reapers.
Aksi berkelahi, tembak menembak hingga menebas leher musuh menjadi bumbu utama film ini.
7. “The Rocketeer” (1991)

Cliff Secord (Bill Campbell) bisa dibilang bukan tokoh protagonis yang cerdas atau super kuat. Keunggulannya hanyalah memakai tabung jet di punggungnya dan helm unik bergaya art deco. Tapi film ini menembus box office pada saat itu karena ceritanya yang kuat dan sangat disukai banyak keluarga di AS.
Kisah orang biasa yang punya cita-cita membasmi kejahatan dengan roket uji coba yang ternyata berhasil. Hadirnya Jennifer Connelly muda sebagai Jenny juga menjadi pemanis di film ini.
8. “Batman: Mask of the Phantasm” (1993)

Satu lagi film tentang Batman yang mendapat apresiasi. Meski dibuat dengan format kartun, “Batman: Mask of the Phantasm” dipuji karena penjiwaan para pengisi suaranya.
Terutama Kevin Conroy yang mengisi suara Bruce Wayne dengan suara beratnya. Di film ini Batman harus melawan dua musuh yang sama sulitnya: Joker dan pembunuh berantai Phantasm bertopeng. Plot ceritanya yang kompleks membuat penonton penasaran terhadap setiap adegan berikutnya.
9. “Watchmen” (2009)

Sutradara Zack Snyder membuat penonton bertanya-tanya usai menyaksikan film “Watchmen” garapannya. Seperti apa sosok superhero sesungguhnya? Apakah sosok yang hanya mencari popularitas? Atau sosok “sakit” yang mengenakan topeng lalu menghajar penjahat? Apakah perlu sosok superhero di antara kita?
Andalah yang menjawabnya.
10. “Iron Man” (2008)

Sebelum menjadi Iron Man, Tony Stark (Robert Downey Jr) adalah seorang playboy dan penjual senjata ke militer AS. Sampai tiba masanya ia disandera oleh teroris di gurun pasir, Stark bertransformasi menjadi Iron Man.
Selain kostum merah marun-emas Iron Man yang canggih, aksi pertempuran yang seru dan gadget yang memukau, “Iron Man” dibumbui pula oleh kisah percintaan Stark dengan asistennya Pepper Poth (Gwyneth Paltrow) yang membuat film ini tak bosan untuk ditonton beberapa kali.

Minggu, 10 Juli 2011

Inilah Alasan Orang Lain Ras Selalu Tampak Mirip

 
Cara otak mengingat wajah orang dari rasnya sendiri dan ras lain ternyata berbeda. Efeknya, orang lebih baik dalam mengenali orang dari rasnya sendiri dibandingkan dari ras yang berbeda. Hal ini sudah dibuktikan secara biologis dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Northwestern University.

Peneliti menggunakan pencatatan EEG untuk mengukur aktivitas otak saat orang-orang yang jadi subjek penelitian melihat serangkaian potret. Aktivitas otak didapati meningkat pada 200 hingga 200 milidetik pertama saat partisipan melihat foto, tak peduli ras orang dalam foto. Fase ini disebut N200. Proses yang terjadi saat ini adalah proses pengenalan awal dengan melihat ciri unik wajah dari setiap orang.

Akan tetapi, peningkatan aktivitas otak hanya memprediksi apakah seseorang dari lain ras akan diingat atau tidak.  "Sepertinya ada fase singkat setelah potret orang dari ras lain muncul. Fase itu menentukan apakah orang itu akan diingat atau dilupakan," kata Heather Lucas yang memimpin studi.

Para peneliti meminta 18 partisipan melihat dan mengingat beberapa wajah dari ras yang sama dengan mereka. Beberapa menit kemudian, mereka diberi tes pengenalan terhadap wajah-wajah yang sudah mereka lihat, ditambah dengan wajah-wajah baru dari ras yang sama dan ras yang berbeda.

Hasilnya, proses pengenalan awal individu lewat bentuk unik wajah tidak berlaku pada ras yang berbeda.

Para peneliti menyebutkan ciri khas orang dari ras yang berbeda sulit dikenali mungkin karena orang lebih sering melihat rasnya sendiri sehingga otaknya tidak terlatih untuk melihat ciri khas individu milik orang dari ras lain. "Otak mereka kurang terlatih dalam membedakan ciri khas dua individu dari ras yang berbeda," kata Lucas.

Lucas menambahkan, "Saat melihat orang dari ras tertentu, kita terbiasa melihat ciri umum, seperti warna kulit, dan kurang melihat ke detail individu." Hasilnya, gelombang N200 pada otak aktif untuk mengenali ciri umum suatu ras, bukan ciri individu tersebut. (Sumber: LiveScience)