Tampilkan postingan dengan label Pemalang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemalang. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

CERITA PEMALANG : Pemalang , Apa dan Dimana?

Sekapur sirih,
Lama gak update tentang pemalang.

Penulis
Bagi kalian yang gak tau dimana itu pemalang. biar saya kasih tahu,
Pemalang adalah sebuah "kota" kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Tegal di sisi barat dan Kota Pekalongan di sebelah timur.
di utara kota pemalang dilintasi oleh jalan deandles yang dibuat pada zaman pendudukan belanda (itu sepengetahuan penulis ketika masih SD).

Disini jalan deandles dan jalan pantura beda yah.. jalan pantura itu jalan yang dibangun sepanjang pantai utara jawa, dan benar pemalang juga dilintasi jalur pantura, tapi jalur tersebut tidak melintasi pusat kota pemalang. Mungkin itulah sebabnya banyak orang yang agak kurang familiar dengan nama Pemalang.
Lagi pula pembangunan di Kota pemalang cenderung lambat dan stagnan kenapa?
sampai detik ini kurangnya investestor yang melirik pemalang sebagai tempat untuk berinvestasi, wow.. padahal, pemalang kaya akan sumberdaya yang melimpah.. pemalang di kelilingi lautan yang melimpah dengan ikannya di laut utara jawa dan di pagari dengan pegunungan di sebelah selatan..
Tapi kenapa? sangat sedikit sekali investor yang mau menanamkan modalnya di pemalang?
apa karena birokrasi??
Bisa jadi.. bisa jadi...
Mungkin pemerintah kurang berkontribusi mendatangkan investor, mereka para investor lebih cenderung memilih daerah sebelah (Tegal,Pekalongan. Red.) .
Masih ribetnya pengurusan izin, infrastruktur yang masih minim mungkin menjadi faktor "kurang" menariknya pemalang di mata investor.

Gak ada yang istimewa apabila anda menanyakan perihal pemalang, tapi dibalik itu semua pemalang dikenal sebagai kota yang "paling" aman, setidaknya sampai saat ini.
Sepengetahuan saya tingkat kriminalitas di kota pemalang cenderung dibawah 10%. apa pasal?
setidaknya selama saya tinggal di pemalang jarang terdengar berita kriminalitas yang mengkhawatirkan. Mungkin karena slogan kota pemalang yang "IKHLAS" jadi seenggaknya pemalang mendidik masyarakat untuk bersama-sama membangun pemalang... lah apa kaitannya?


Ketika anda melintas di kota pemalang, cobalah sejenak untuk meluangkan waktu mengunjungi pantai widuri yang (menurut penulis) sudah sangat terkenal sekali, bahkan pernah diabadikan dalam sebuah lagu dan dinyanyikan oleh om Bob tutopoli,( benar ya?). Sembari menikmati sunset di sore hari diiringi dengan deburan ombak Widuri.
jangan lupa juga mencoba Kue Kamir kue yang sangat mirip dengan kue dorayaki-nya Doraemon.. itu juga kue khas pemalang tapi ketika Saya ke jakarta agak miris ketika ada penjual yang melabel-i kamir khas tegal. Padahal di Tegal sangat jarang penjual Kamir itu sendiri.

-Dini hari dikala Sepi-

Minggu, 08 Februari 2015

CERITA PEMALANG : Enam Tempat Indah di Selatan Pemalang

Kawasan selatan yang berjarak puluhan kilometer dari kota Pemalang (Jawa Tengah) merupakan kawasan perbukitan dan pegunungan. Keindahan yang masih tersimpan sebagian besar adalah air terjun atau warga setempat menyebutnya dengan nama curug. Namun, sayangnya medan menuju objek tujuan masih sulit dilalui dengan kendaraan mengingat daerah pegunungan memilki topografi yang tidak rata ( naik - turun ). Inilah tempat yang patut umtuk anda kunjungi di Pemalang :

1. Curug sibedil
Curug sibedil
adalah curug yang berada di kecamatan Moga kabupaten Pemalang jawa tengah. Untuk mencapai curug sibedil sangat mudah. Hanya beberapa meter dari jalan . Ingat jalan untuk menuju curug belum ada jadi harus melewati sungai. Panorama yang di berikan curug sibedil sungguh luar biasa . Curug yang tingginya hanya 10 meter ini mempunyai pemandangan yang sangat indah di tambah suasana sejuk di sekitar curug. daya tarik curug sibedil adalah banyaknya air terjun di sekitar curug bahkan sekeliling curug penuh dengan pancuran air yang kecil kecil yang menjadikan curug ini enak di pandang .air yang lumayan bersih membuat siapapun yang datang tidak sabar untuk berenang. Tapi anda harus ingat curug ini bukan tempat wisata jadi keasliannya masih terjaga dengan baik.

2. Curug Cipendok

Curug cipendok adalah curug yang berada di kawasan Ajibarang Purwokerto Jawa tengah. Untuk mencapai kawasan ini kita harus berjalan kurang lebih 15 menit dari pintu masuk. Panorama yang di berikan curug cipendok sangat indah karena di sekeliling curug penuh perbukitan yang sangat tinggi. Curug yang tingginya hampir 100 meter ini membuat siapa yang melihat sangat takjub. Namun curug ini sangat terjal sehingga sangat berbahaya jika menaikinya. 

3. Curug Bengkawah
  
Curug Bengkawah adalah sebuah tempat yang patut anda kunjungi sebagai referensi pariwisata anda. Terletak di desa sikasur kecamatan Belik kabupaten Pemalang. Curug bengkawah cukup mudah diakses dari terminal Randudongkal anda cukup naik ojek. Atau jika anda memakai kendaraan pribadi anda bisa langsung menuju tempatnya yaitu di desa sikasur. Namun sayang pemerintah kabupaten pemalang kurang serius menggarap curug ini sebagai tempat pariwisata,sehingga sarana pendukung lain kurang memadai, tapi bukan berarti aura keindahan curug ini hilang begitu saja. Curug ini mempunyai 2 buah air terjun yang saling berjejeran dengan air yang begitu putih mempesona.
4. Gunung Gajah
Gunung Gajah adalah sebuah gunung yang terletak di Desa Gongseng Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Gajah kurang lebih berjarak 35 km dari Kota Pemalang ke barat daya. Gunung Gajah memiliki ketinggian sekitar 1.100 meter dari permukaan laut, dinamakan Gunung Gajah karena bentuknya yang mirip sosok seekor gajah.
5. Goa Gunung Wangi

Goa Gunung Wangi adalah Wisata alam dengan pemandangan alam dan gugusan lima goa yang memiliki luas 0,5 Ha di di Kecamatan Bantar Bolang. Gugusan goa terdiri dari Goa Pengantin, Goa Buyung, Goa Laren, Goa Bandung, Goa Gunung dan Goa Siluman. Goa Gunung merupakan goa yang terbesar dan terpanjang. Lokasi 35 Km kearah barat daya kecamatan Pemalang.
6. Curug Barong


Curug Barong adalah wisata alam dan air terjun dengan ketinggian 25 meter dan terletak di desa Gunung Jaya, Kecamatan Belik. Obyek wisata ini memiliki pemandangan alam yang masih asri dan lingkungan alam yang sejuk. Lokasi 51 Km ke arah tenggara Kecamatan Pemalang.

 dari Berbagi dalam inspirasi & berbagai sumber
 

Senin, 15 Oktober 2012

CERITA PEMALANG : Sejarah Asal mula nama PEMALANG dalam sejarah Pemalang

Mengenai dari mana nama Pemalang berasal,terdapat bermacam-macam legenda sebagai berikut:

1. Nama Pemalang diambil dari kepribadian watak rakyat Pemalang yang bersemboyan:
- Benteng wareng ing payudan tan sinayudan.
- Banteng wareng ing sinonderan yang artinya, rakyat Pemalang jika sudah dilukai atau dijajah berani berjuang RAWE-RAWE RANTAS MALANG-MALANG PUTUNG BERANI BERKORBAN HABIS-HABISAN DEMI NUSA DAN BANGSA.
- Arti banteng wareng rakyat kecil payudaan : perang tan sinayudan : perang tidak dapat dicegah RAWE-RAWE RANTAS MALANG MALANG PUTUNG BANTENG WARENG SINONDERAN : Dalam melawan musuh sambil menari-nari, sinonderan biarpun sampai kalung usus takan pantang menyerah.

2. Nama Pemalang diambil dari nama sungai me'malang' yang membentang dari sebelah utara desa Kabunan membujur ke pelabuhan Pelawangan. Sungai tersebut sering digunakan untuk sarana angkutan, membawa barang-barang dari pusat Pemalang ke berbagai wilayah seperti Kabunan, Taman, Beji, Pedurungan (pada abad ke XIV di masa Majapahit berkuasa) saat itu penguasa Pemalang adalah Ki Gede Sambungyudha.

3. Karena erosi akibat arus sungai yang membawa lumpur dari gunung ke laut diperkirakan per tahun terkikis lima-enam meter maka sungai MALANG berpindah ke utara dari Comal ke Asemdoyong, sungai itu melintang malang, tidak dari selatan gunung ke utara tetapi dari timur ke barat, sehingga membingungkan orang yang mau berbuat jahat. contohnya ketika patih Thalabuddin dari kesultanan Banten membawa keris Kyai tapak ia mendadak menjadi bingung ( keder ) sehingga mondar-mandir saja di Pemalang.

(sumber : Ki Sunari djoko Tjarito) dari berbagai sumber

Sabtu, 15 Oktober 2011

CERITA PEMALANG : Kuliner khas Pemalang

1. KAMIR PEMALANG

KUE KAMIR begitu namanya. Konon kue ini diperkenalkan kepada masyarakat kali pertama oleh orang dari negara Arab. Tetapi kini menjadi makanan khas Pemalang yang sangat dikenal.

Bentuknya bulat menyerupai kue apem tetapi sedikit lebih gemuk. Sedangkan ukurannya bervariasi. Yang terbesar sampai sebesar lingkaran piring makan. Sedangkan terkecil sebesar lingkaran mangkok. Ukuran-ukuran itu tergantung pemesannya. Bahkan pernah akan dibuat ukuran raksasa.

Kue Kamir terbuat dari adonan terigu, mentega, pisang ambon, tape dan telor. Adonan tersebut setelah jadi dituangkan dalam cetakan yang sudah dipanaskan dengan kompor minyak. Setelah matang baru dihidangkan.
Daya tahan kue kamir relatif lama karena bisa dihangatkan lagi. Sehingga cocok untuk oleh-oleh bila bepergian jauh.

2.SOTO GROMBYANG PEMALANG

Jika anda mengunjungi kota Pemalang,Jawa Tengah anda akan menemukan sebuah makanan khas pemalang yang dikenal dgn nasi grombyang. Rasanya khas. Sebenernya nasi grombyang tuh berisi nasi yang berkuah dan biasanya kuahnya tuh banyak kayak semacam gulai. Biasanya kalo di warung2 itu ditaruh di mangkuk kecil. kUAhnya tuh berisi irisan daging kerbau.ada satenya juga dengan daging kerbau. Kenapa disebut nasi grombyang karena antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya dan diletakkan di mangkuk kecil sehingga terlihat grombyang-grombyang (goyang-goyang)

Grombyang sangat khas Pemalang. Sulit ditemukan masakan seperti ini di kota lain. Bumbunya ga ada yang bisa membuat selain orang Pemalang. Pokoknya ga ada yang duanya. Pokoke mak nyuuuusss

3. LONTONG DEKEM

Penjual lontong dekem banyak ditemui di sepanjang jalan RE Martadinata atau sebelah utara alun-alun Pemalang. Penyajian menu yang satu ini terdiri dari lontong yang diiris-iris dan disiram dengan kuah gule yang berisi daging ayam, sapi atau kerbau yang rasanya hampir sama dengan kuah nasi grombyang. Sebagai pelengkap tidak lupa sepiring sate daging ayam yang tidak di bakar tapi di masak dgn bumbu srundeng.
 
Dijamin makanan ini bisa membuat lidah anda menari-nari dengan kelezatannya yang tersaji lewat kuah hangat yang kental tersiram di atas lontong. Lontong Dekem biasanya dijual pada sore hingga tengah malam. Makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet yang sangat berbahaya bagi tubuh, semuanya dibuat dari bahan alami.

4.SATE LOSO

Kalo anda senang makan sate namun takut kolesterol, hehe.. cobalah sate yang satu ini. Sate dari bahan daging kerbau yang konon rendah kolesterol sehingga cukup aman bagi penderita kolesterol jantung, ataupun darah tinggi. Dinamakan sate loso karena pencetusnya sendiri adalah Mbah Loso. Selain rasanya yang memang bener-2 nikmat karena terdiri dari 2 bumbu yaitu bumbu sate dan bumbu kacang. Yang paling gampang dikenali adalah ciri dari saus bumbu kacangnya yang berwarna merah. Terbuat dari kacang yang diulek halus ditambah bumbu-bumbu dan  cabe merah sehingga membuat warna saus menjadi merah. yang pasti rasanya sangat nikmat karena anda akan merasakan sansasi  pedes, dan manis ditambah satenya sendiri yang terkenal sangat empuk dan lezat. Salah satu warung yang menjual sate loso ini dapat anda temui di Jalan A. yani atau dekat dengan komplek kantor pemerintahan kabupaten Pemalang.

5. KUE APEM COMAL(PEMALANG)

COMAL - Di Pasar Comal, sejak dulu dikenal mempunyai jajanan khas yang hingga kini tetap digemari oleh sebagian besar masyarakatnya, yakni apem. Jajanan favorif yang kerap dijadikan oleh-oleh untuk keluarga, tetangga, saudara, hingga teman kerja.

6.KERUPUK USEK PEMALANG

Sebenarnya kerupuk usek tidak hanya diproduksi warga Pemalang, ada beberapa daerah lain yang juga memproduksinya. Namun demikian kebanyakan orang lebih mengenal kerupuk usek sebagai jajanan khas Pemalang.
Murah, renyah dan pada jenis tertentu dari salah satu produsen ada yang ditambahkan bumbu khas sehingga rasanya lebih mantap.


Kerupuk Usek diproduksi di industri-industri rumah tangga bersama kerupuk-kerupuk jenis lainnya. Kerupuk ini hanya terdiri dari dua warna pilihan, putih dan merah.

NB: dari berbagai sumber

CERITA PEMALANG : Asal mula nama 'Patih Sampun' dalam Legenda Pemalang




Dalam kepemimpinannya di Kadipaten Pemalang,Sang Adipati Anom (baru) mengadakan pertemuan dengan para Punggawa Kadipaten untuk membahas masalah pembangunan di Pemalang.untuk mempermudah hubungan dengan daerah-daerah di Pemalang kala itu, Adipati Pangeran Benowo memerintahkan kepada Patih Djiwonegoro untuk membangun dua jembatan di sungai banger dan di sungai Srengseng di Kebondalem.pada saat diberi mandat tugas tersebut,dengan spontan Patih Djiwonegoro menjawab "sampun dados (sudah jadi),kanjeng Adipati".

Mendengar jawaban Patih Djiwonegoro,sang Adipati Pangeran Benowo tercengang dibuatnya.untuk membuktikan kebenaran ucapan Djiwonegoro,pada pagi harinya Pangeran Benowo meninjau lokasi dua jembatan tersebut,dan ternyata apa yang di ucapkan Djiwonegoro benar adanya,di dua sungai tersebut telah terbentang jembatan yang di kehendaki Adipati.maka semakin yakinlah Pangeran Benowo kepada bhakti dan kesetiaan patih Djiwonegoro,putra asli pemalang yang masyhur kesaktiannya.
Pada hari berikutnya,sang Adipati Benowo memerintahkan lagi kepada patih Djiwonegoro untuk membangun lagi dua jembatan di sungai Rambut di Bojongkelor dan sungai Plawangan.namun lagi-lagi dijawab "sampun dados,kanjeng Adipati" oleh Djiwonegoro.namun kali ini Adipati Benowo tak perlu lagi mengecek kebenaran jawaban yang di berikan oleh patihnya,dikarenakan sang Adipati sudah mempercayainya.

Bahkan bulan-bulan berikutnya adipati Pangeran Benowo memerintahkan lagi untuk membangun beberapa jembatan berturut-turut,jembatan-jembatan tersebut antara lain sebagai berikut:

- Jembatan Gianti,terdapat didepan polres lama,Sirandu.
- Jembatan di kali Waluh,Kedungbanjar.
- Jembatan di sungai Comal,kali Comal.
- Jembatan sungai Plawangan, di Lawangrejo.
- Jembatan sungai Sudetan di desa Krasak.
-Jembatan Pesapen, didepan kantor kecamatan Pemalang.
- Jembatan Slarang di sungai Waluh,di perbatasan desa Lenggong,Slarang.
- Jembatan sungai Raja (Siraja) di wilayah Bantar bolang,tepatnya di dukuh Simbang,Pegiringan.
- Jembatan di perkebunan kelapa Gentongreot,Karang moncol.
- Jembatan di desa Mejagong di kali Comal.
- Jembatan di desa Datar,di kali Comal.
- Jembatan Sudetan di daerah Moga,didepan Pesanggragan dan pemandian.
- Jembatan di perbatasan desa Cikasur dan desa Randu dongkal.
- Jembatan di desa Bulakan,dan -
- Jembatan di desa Belik.

DI NOBATKAN SEBAGAI PATIH SAMPUN

Pada pertemuan berikutnya,Adipati pangeran Benowo melibatkan Tumenggung dan seluruh Demang serta para Penatus dan Bekel se kadipaten Pemalang,dalam acara tersebut,Adipati pangeran Benowo mengucapkan terima kasih kepada Patih Djiwonegoro dan para punggawanya atas jasa-jasanya dalam membangun beberapa jembatan di wilayah kadipaten Pemalang,maka,atas jasanya tersebut patih Djiwonegoro diberi gelar "sampun",dan sejak saat itu Patih Djiwonegoro lebih dikenal sebagai Patih Sampun.

(dari berbagai sumber cc Ki Sunari Djoko Tjarito)

CERITA PEMALANG : Sejarah Pemalang

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesha yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syeikh Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijkloff van Goens dan data di dalam buku W. Fruin Mees yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Panembahan Senopati dan Panembahan Seda Krapyak dari Mataram menaklukkan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Mulyoharjo, Widuri dan kemudian Bojongbata.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran ini asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Farid Kurniawan.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).

Kadipaten bawahan Mataram

Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.

Masa Perang Diponegoro

Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.

Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog van 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.
Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan). Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan joglo sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.

Masa kolonial Belanda dan seterusnya

Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan di masa sekarang.

Hari jadi dan sesanti

Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk memperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
Salah satu alternatif penetapan hari jadi Kabupaten Pemalang ialah pada saat diumumkannya pernyataan Pangeran Diponegoro untuk mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823. Namun, berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang, hari jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575, atau bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang. Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkala Lunguding Sabda Wangsiting Gusti yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751. Sedangkan tahun 1496 Je diwujudkan dengan Candra Sengkala Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah Pancasila Kaloka Panduning Nagari, dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751

Geografi

Bagian utara Kabupaten Pemalang merupakan dataran rendah, sedang bagian selatan berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Slamet (di perbatasan dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga), gunung tertinggi di Jawa Tengah. Sungai terbesar adalah Kali Comal, yang bermuara di Laut Jawa (Ujung Pemalang).
Ibukota kabupaten ini berada di ujung barat laut wilayah kabupaten, berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Pemalang berada di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya. Selain itu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Pemalang dengan Purbalingga. Salah satu obyek wisata terkenal di Pemalang adalah Pantai Widuri.
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis Kabupaten Pemalang terletak antara 109°17'30" - 109°40'30" BT dan 6°52'30" - 7°20'11" LS.
Dari Semarang (Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten ini berjarak kira-kira 135 Km ke arah barat, atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3 - 4 jam. Kabupaten Pemalang memiliki luas wilayah sebesar 111.530 km², dengan batas-batas wilayah :
Dengan demikian Kabupaten Pemalang memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi perdagangan maupun pemerintahan.
Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian Utara Kabupaten Pemalang merupakan daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1 - 5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6 - 15 m di atas permukaan laut dan bagian Selatan merupakan dataran tinggi dan pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16 - 925 m di atas permukaan laut. Wilayah Kabupaten Pemalang ini dilintasi dua buah sungai besar yaitu Sungai Waluh dan Sungai Comal yang menjadikan sebagian besar wilayahnya merupakan daerah aliran sungai yang subur.

Pembagian administratif

Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dankelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pemalang.
Di samping Pemalang, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Comal, Petarukan, Ulujami, Randudongkal dan Moga.
Kecamatan di Kabupaten Pemalang yaitu:
  1. Bodeh
  2. Ulujami
  3. Comal
  4. Ampelgading
  5. Petarukan
  6. Taman
  7. Pemalang
  8. Bantarbolang
  9. Randudongkal
  10. Warupring
  11. Moga
  12. Pulosari
  13. Watukumpul
  14. Belik
Kabupaten Pemalang kebanyakan merupakan suku Jawa. Di bagian barat dan selatan, penduduknya bertutur dalam bahasa Jawa dialek Tegal, sedangkan di bagian timur seperti di Petarukan, Comal, Ulujami, Ampelgading dan Bodeh bertutur dalam bahasa Jawa dialek Pekalongan.

KREDIT : id.wikipedia.org