Tampilkan postingan dengan label Catatan Kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Kaki. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2015

CERITA PEMALANG : Pemalang , Apa dan Dimana?

Sekapur sirih,
Lama gak update tentang pemalang.

Penulis
Bagi kalian yang gak tau dimana itu pemalang. biar saya kasih tahu,
Pemalang adalah sebuah "kota" kabupaten yang berbatasan dengan kabupaten Tegal di sisi barat dan Kota Pekalongan di sebelah timur.
di utara kota pemalang dilintasi oleh jalan deandles yang dibuat pada zaman pendudukan belanda (itu sepengetahuan penulis ketika masih SD).

Disini jalan deandles dan jalan pantura beda yah.. jalan pantura itu jalan yang dibangun sepanjang pantai utara jawa, dan benar pemalang juga dilintasi jalur pantura, tapi jalur tersebut tidak melintasi pusat kota pemalang. Mungkin itulah sebabnya banyak orang yang agak kurang familiar dengan nama Pemalang.
Lagi pula pembangunan di Kota pemalang cenderung lambat dan stagnan kenapa?
sampai detik ini kurangnya investestor yang melirik pemalang sebagai tempat untuk berinvestasi, wow.. padahal, pemalang kaya akan sumberdaya yang melimpah.. pemalang di kelilingi lautan yang melimpah dengan ikannya di laut utara jawa dan di pagari dengan pegunungan di sebelah selatan..
Tapi kenapa? sangat sedikit sekali investor yang mau menanamkan modalnya di pemalang?
apa karena birokrasi??
Bisa jadi.. bisa jadi...
Mungkin pemerintah kurang berkontribusi mendatangkan investor, mereka para investor lebih cenderung memilih daerah sebelah (Tegal,Pekalongan. Red.) .
Masih ribetnya pengurusan izin, infrastruktur yang masih minim mungkin menjadi faktor "kurang" menariknya pemalang di mata investor.

Gak ada yang istimewa apabila anda menanyakan perihal pemalang, tapi dibalik itu semua pemalang dikenal sebagai kota yang "paling" aman, setidaknya sampai saat ini.
Sepengetahuan saya tingkat kriminalitas di kota pemalang cenderung dibawah 10%. apa pasal?
setidaknya selama saya tinggal di pemalang jarang terdengar berita kriminalitas yang mengkhawatirkan. Mungkin karena slogan kota pemalang yang "IKHLAS" jadi seenggaknya pemalang mendidik masyarakat untuk bersama-sama membangun pemalang... lah apa kaitannya?


Ketika anda melintas di kota pemalang, cobalah sejenak untuk meluangkan waktu mengunjungi pantai widuri yang (menurut penulis) sudah sangat terkenal sekali, bahkan pernah diabadikan dalam sebuah lagu dan dinyanyikan oleh om Bob tutopoli,( benar ya?). Sembari menikmati sunset di sore hari diiringi dengan deburan ombak Widuri.
jangan lupa juga mencoba Kue Kamir kue yang sangat mirip dengan kue dorayaki-nya Doraemon.. itu juga kue khas pemalang tapi ketika Saya ke jakarta agak miris ketika ada penjual yang melabel-i kamir khas tegal. Padahal di Tegal sangat jarang penjual Kamir itu sendiri.

-Dini hari dikala Sepi-

'Penyelamat' Lalu Lintas

Kalau ngomongin masalah dunia lalu lintas di dunia ini pasti ga ada habis-habisnya. Lalu lintas yang carut marut bisa di sebabkan oleh banyak hal. 

Bisa karena jumlah kendaraan yang semakin banyak tanpa disertai penambahan jalan atau mungkin emang traffic jam yang amburadul tanpa disertai dengan pengaturan traffic yang memadai. 

Disini gue mau cerita suka duka gue selama menggunakan transportasi umum dengan lalu lintas yang buruk. 
Seketika gw harus pagi2 jam 6pagi sudah otw nungguin angkot. Padahal gue kerja di bekasi. Dan jam kerja gue dimulai jam 8. 

Ya ampun namanya nunggu angkot dimana-mana kalau belum penuh pasti belum jalan. Betul ga? 
Disinilah dukanya menggunakan angkot karena banyaknya angkot dengan trayek yang sama. 

Kalau naik angkot tempat kerja gue beraja jauh banget. Secara gue berangkat jam enam pagi tiba di kerjaam jam setengah 8. Itu karena gue harus nyambung angkot sih. Gak tanggung-tanggung sehari gue harus naik tiga angkot berbeda. Bolak balik sehari gue udah 30ribu. Ampun deh  
Bagaimana lagi. Gue bukannya gak ada alternative kendaraan lain(motor red) tapi karena itu motor abang gue dan pastilah itu dipake dia buat kerja juga. Eh motor ada dua sih. Tapi-tapi gue gak punya SIM ntar kenapa-kenapa lagi di jalanan. 
Kalau ada operasi lalu lintas gimana hayo. 

Itu sih tergangung nasib sih ya. Kena razia polisi apa enggak. Haha 

Sebenarnya kalau kondisi lancar jarak antara rumah gue dan tempat kerja gue gak terlalu jauh. Orang masih di daerah bekasi kok ya. Cuma bedanya rumah yang gue tinggalin sekarang masuknya kabupaten bekasi. Sedangkan tempat kerja gue udah masuk kota bekasi. 

Ya intinya masih bekasi lah ya. 
Buset prolognya panjang bener ya pake curhat segala. Iyu sih derita loe haha 
Udah-udah Kita mulai aja. Begini ceritanya 

Pernah seketika gue berangkat dari rumah gue ketempat kerja pakai motor. Gue sengaja lewat jalan kecil, bukanya lewat jalan protokol yang banyak di lewatin banyak mobil. 
Ternyata ampun. Bekasi banyak sekali para borju bahkan di pedalamanpun banyak yang mempunyai mobil. Tapi banyaknya orang kaya juga disertai banyaknya orang gak punya. 
Buktinya makin banyak juga angkot yang penuh sesak dengan penumpang. 

Yah mobil ditambah mobil (angkot) hasilnya adalah rebutan jalan dan menyebabkan macet. Disini diperparah dengan banyaknya motor. Mungkin kalangan menengah kebawah ya para pemilik motor ini(termasuk gue) hehe. 
Nah penguna motor ini juga kadang suka main salip dan menyebabkan mobil yang berlainan arah susah untuk berjalan.dalam keadaan stuck ini. Ternyata polisi pengatur lalu lintas ga ada. 
Ya iyalah secara jalanan biasa. Kecil dan diluar jangkauan polisi lalu lintas(boleh jadi alasan gak ya) 
Walhasil munculah penyelamat. Iya penyelamat. Dia pengatur lalu lintas sipil. Yang semacam sukarekawan gitu sih ya. but setelah gue telusur ternyata mereka ga pure ngebantu karena nyata-nyata dan ternyata serta terpampang nyata mereka membawa perlengkapan semacam kotak amal. Hehe jadi ini menjadi matapencaharian buat mereka.? Thats right. apalagi sebagian besar mereka adalah tukang ojeg yang mangkal.(belum di konfirmasi)

Ya karena ini sudah menjadi objek bisnis maka dimana disitu ada uang maka disitu yang didahulukan. 
Yah mereka yang semula gue rasa penyelamat lalu lintas ternyata lebih mementingkan para orang berada yang memakai mobil mewah. 

Ya pasti karena ketika para mobil tersebut diberi akses jalan duluan maka mereka mendapat tips/duit yang lumayan lah buat nambah penghasilan. Iya donk. 
Nah disinilah masalah mulai bergambahm disaat uang berbicara maka keselarasan itu akan berubah seiring dengan kepentingan. Antrian kendaraan yang mengular bahkan hampir menyamai panjangnya naga baruklinting tak dihiraukan si pengatur lalu lintas dadakan. 

Gue dan para pengguna jalan sudah pasti tidak bisa berbuat apa apa. Lah wong kita cuma lewat doang. Ga bayar lagim 
Eta klw dibilang gak bayar gue juga kurang setuju. Pasalnya kitakan bayar pajak juga tiap tahun dari penghasilan kita kan ya. Nah loh. 

*pemilik mobil di jabodetabek ternyata beragam dari orang menengah bawah juga banyak yang punya mobil. Mungkin karena banyaknya mobil murah (program LCGC) 

Buah simalakama juga sih kalau ngomongin mobil murah. 
Lah nyimpang jauh banged bahasan gue.

Pengamen

Siapa di disini yang belum pernah ketemu ama yang namanya pengamen?  
Sebagian besar pernah lah ya. Entah ketemu di jalanan. Atau di dalam kendaraan umum. Atau pengamen rumahan juga ada kan? Hehe 

Gue mau cerita tetang benerapa pengamen(versi gue) yang udah pernah gue temui selama ini. 
Pertama 

 

.Pengamen malu-malu kucing 


Jadi inget lagunya romaria. Malu sama kucing. Meong meong meong. Lah. .  
Ok, Ini pengamen mungkin masih newbe kali yah. Dilihat dari penampilannya biasa aja(lah loe mau ngejuri, haha). Pas nyanyi di kayak ogah-ogahan gitu. Mau enggak mau enggak. Suaranya pun kayak orang nyanyi dalam kamar mandi. Gak jelas. Haha 
Alat penunjang (gitar dkk) pun gak di explore secara maksimal. Biasanya pengamen jenis ini beroperasi sendirian jadi ya pantas lah masih malu-malu. belum pernah denger lagunya romaria. 

 

.Pengamen di bawah umur 


Nah ini miris banget nih. Kebanyakan anak usia sekolah dasar yang ada dalam kelompok ini. Bahkan pernah gue lihat anak usia taman kanak-kanak(TK)Kebanyakan beroperasi di angkot kecil (model carry dan sejenisnya) tapi pernah juga gue temuin dalam bis gede (mayasari dkk) mungkin karena mereka di paksa atau emang udah naluri (ampun masa pengamen naluri) maka mereka nekat untuk mengamen.  

Kebanyakan mereka nyanyi lagu gak jelas tapi dengan suara keras. Sebagian nyanyi lagu cinta-cintaan. Sebagian nyanyi lagu yang populer di kalangan pengamen(emang ada? Ada!)  

Gue sempet berfikir kemana orang tua mereka. Apa tidak melarang mereka ngamen di jalanan. Apa kegiatan mereka ini sudah di restuin ama ortu mereka. Aduh pusing kalau mikirin. Padahal pendidikan itu banget sayang kalau mereka melewatkan masa sekolah. 

 

.Pengamen urakan  


Namanya pengamen ya kebanyakan urakan lah. Lah yang ini beda. Urakan mereka dari penampilan acak-acak nyanyi bentak-bentak. Malahan sebagian nyanyi gak pake nada cuma teriak-teriak kata-kata yang awful. 

Gue gak suka nih jenis pengamen yang satu ini. Mana ada orang mau ngasih. Lah penampilan dan cara ngomong aja udah kasar (termasuk pengamen yang berlagak anak punk padahal masih diragukan mereka anak punk atau bukan) 

Sebagian besar beropersi dengan bergerombol antara 2-4 orang, jarang terlihat mereka sendirian ngamen. Menurut gue ini sih buat melancarkan operasi mereka buat mengais receh biar kelihatan punya komunitas gitu. Jadinya kita takut karena meraka banyak. 
Kebanyakan mereka  kadang kalau gak dikasih receh mereka maksain minta dengan tatapan mata melotot dan garang. Haha 

Pernah beberapa kali gue temuin pengamen jenis ini pernah juga mereka maksa. Suatu ketika gue gak ngasih tapi mereka maksa. Gue lawan aja. Eh merekanya malah gak berani. 

Menurut gue jauhin deh yang namanya pengamen ini. 
Kalau pas kalian ada di bis umum dan posisi duduk kalian susah dan gak leluasa buat gerak mending kalian jangan coba buat ngelawan mereka kasih aja 500 perak. Kalau gak mau dan masih maksa minta lebih baru loe kasarin. Jangan mau kalau kalian duku yang di kasarin. Basicnya mereka cuma berani kalau rame-rame. Nah pas minta receh kan paling satu doang tuh jadi hajar aja kalau macem-macem. Entah dengan loe bentak balik atau loe pegang dan pelintir tanggannnya. Haha 

.Pengamen Necis 


Wih kalau yang satu ini. Patut buat kita perhitungkan buat ngasih receh. Kebanyakan mereka berpakaian sopan dengan gitar yang di sandangnya. Suara mereka banyak yang merdu dan layak untuk di dengar. Mostly mereka menyanyikan lagu yang lagi hits di chart lagu terbaru. Eh tapi-tapi sebagian juga nyanyi lagu lama tapi dengan gaya dan karakter suara mereka. Pengamen jenis ini mungkin basicnya musisi kali yah. Karena ga ada tempat buat menyalurkan atau bahkan cuma itu keahlian mereka untuk mendapatkan penhhasilan. Siap tau.

Serba susah

Entah nasib apa yg sedang saya alami sekarang ini. . Semuanya serba susah. Mau minta tolong temen juga gue gak punya banyak temen yang bisa di curhatin. Eh tapi dipikir-pikir Temen sih banyak cuman disini gue butuh yang namanya sahabat yang bisa gue ceritain masalah kesulitan yang lagi gue alamin. 

Sahabat yang emang gue percaya buat gue berbagi suka maupun duka. 

Berangkat dari gue yang ngangur lama udah kali gue gonta-ganti kerjaan tapi kebanyakan gw cuma bertahan paling sebulan. Mana tabungan dari hasil dan jerih payah yang gue rasakan selama gue kerja di tempat yang dulu sekarang menipis buat biaya kuliah. Belum biaya transport gue yang mau enggak mau gue keluarin pas gw dapet panggilan interview di beberapa tempat. Sesekali gw pake motor sih kalau abang gue pas kerja dapet shift malem jadi ceritanya gue pinjam motor dia tapi ya Tetep aja gw harus ngebensinin. 
gue juga emang gue harus berhemat karena secara gue juga bukan orang kaya yang bisa dengan mudah minta duit dan langsung dikasih.  

kenapa Tapi rasa-rasanya gak enak juga kalau tiap ada masalah gue harus merengek minta tolong pada mereka. 

Rabu, 19 Februari 2014

The Act of Killing, Ada apa??

The Act Of Killing- Jagal-




Menarik memang ketika kita membicarakan sejarah, ada yang bilang sejarah itu statis dan gak bakalan berubah. Menurut  saya statement tersebut tidak seratus persen benar.
Sejarah cenderung dinamis, karena kemungkinan besar dikemudian hari akan muncul bukti baru ataupun pengakuan pelaku sejarah yang telah lampau dan bukan tidak mungkin akan mengoreksi catatan-catatan sejarah yang telah ada.
Indonesia punya satu catatan merah tentang sejarah akan pergolakan revolusi di negeri ini, setelah sekian lama terpendam akhirnya ada juga pelaku sejarah yang mau mengungkapkan sejarah yang sesungguhnya dan beriktikad baik untuk meluruskan sejarah bangsa ini.

G30S PKI, PKI kenapa??

PKI - komunis logo
Sedikit bercerita, Bermula dari peristiwa G30s PKI tentang upaya pengulingan kekuasaan oleh sayap kiri (PKI . Red)
Mungkin para orang tua kita yang notabene hidup pada jaman Orde baru(ORBA) takan sangat hafal ketika harus menceritakan peristiwa G30s tersebut, kenapa?
Pada waktu itu pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menonton film “propaganda” Pemerintah tentang kejahatan partai Komunis indonesia(PKI).
Banyak para ahli yang berspekulasi tentang siapa dalang dibalik peristiwa G30s PKI.
Disini saya tidak akan mengorek jauh tentang peristiwa tersebut, karena saya juga masih perlu banyak belajar sejarah. Terkait kontroversi tersebut ternyata ada sisi lain dibalik peristiwa tersebut. Setelah sekian lama terpendam sejarah yang masih simpang siur itu kini mulai mengemuka ketika tersebar film dokumenter The art of killing(Jagal).
Sebenarnya sudah dari 2012 film ini beredar namun baru-baru ini mulai menuai kontroversi. Ketika film yang merupakan project dari docwest(Semacam pusat film dokumenter) Universitas Westminister London ini  mendapat banyak apresiasi di dunia dan masuk dalam nominasi penghargaan film international.

Film dokumenter  ini di sutradarai oleh warga Amerika Denmark , Joshua Oppenheimer dan Orang indonesia. Mostly bercerita tentang sisi lain dari penumpasan para PKI. Dulu memang segala yang berbau PKI dilarang setelah adanya peristiwa G30s PKI. Dampak yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut seperti melekat sampai anak dan keturunan para anggota PKI. Banyak anak eks PKI yang dikucilkan dari masyarakat dan tidak mendapat hak penuh sebagai warga negara Indonesia.
Film tersebut di shoot di daerah medan dan bercerita dimana sang tokoh utama yaitu Anwar Congo. Ppada masa mudanya adalah seorang Preman(Freeman) dan bagian anggota dari pemuda pancasila, di film ini juga disebutkan kalau organisasi pemuda pancasila mendapat dana operasional dari tindakan illegal, seperti membantu penyelundupan (example: Illegal logging) dan Judi menarik pungutan liat dari para Indonesia keturunan Tionghoa(China).

Setelah segala yang berbau PKI dilarang maka semua orang yang pernah terlibat PKI dicari dan diburu untuk kemudian diinterograsi, dan saat itu siapapun sepertinya (menurut film) langsung di eksekusi, Anwar menceritakan kala dia Mostly mengeksekusi menggunakan seutas kawat yang dililitkan ke leher korban kemudian menariknya sampai sang korban tak bisa bernafas dan mati. Salah stu tokohpun bercerita sebagian dari mereka ada yang di potong,dan  dilindas mobil.
menurut anwar ini adalah salah satu cara agar korban tidak mengeluarkan darah, dan ia tidak perlu repot membersihkan darah yang mengalir. Ketika proses eksekusi ternyata anwas cs juga mempraktekan gaya gangster dan cowboy amerika. Dia terinspirasi dari banyaknya film amerika. Dan benar Ia juga berprofesi sebagai penjaga bioskop.

Entah sudah berapa banyak Para eks PKI yang ia eksekusi,  .

Yang menarik, adalah ada seorang tokoh yang berpendapat bahwa yang mereka lakukan lebih kejam dari pada yang dilakukan PKI.  Anwar juga meyakini bahwa yang ia lakukan adalah memang benar ia lakukan akan tetapi ia juga sadar betul apa yang ia lakukan adalah  salah, ia bahkan mengaku sering dihantui dengan perasaan bersalah dan mengalami mimpi buruk karena serta terbayang wajah korban dalam mimpinya dan iapun menganggap itu semua adalah karma karena dosa masa lalunya. . Setelah film itu ia tonton sendiri ia pun seakan merasakan bagaimana rasanya para korban ketika menghadapi eksekusi.

Senin, 17 Februari 2014

Menemukan "Jalan Emas" di Golden Ways

Golden ways.. oh Golden Ways..
Tiket Golden Ways- MTGW Jan2014
Rasanya pengen banget liat om mario cuap-cuap  Secara Langsung. tapi apa daya ketika kesibukan yang membatasi saya untuk tetap bertahan menghadapi rasa penasaran saya.
Setidaknya sudah dua kesempatan hilang disaat ada niatan melihat om mario secara langsung..

Seperti saya tulis diatas, saya pernah secara tidak sengaja melihat website om mario di mtgw.marioteguh.asia .
Tanpa sengaja ternyata sudah saatnya Taping acara MTGW. mudah sekali cara daftarnya tinggal kita memasukan e-mail dan nama. dan maksimal 5 orang dalam satu ticket. kesempatan pertama datang tapi ketika itu hampir tidak ada teman yang bisa saya ajak untuk sekedar menemani saya melihat om Mario secara Live.
Ketika saya sedang sibuk-sibuknya bekerja di salah satu perusaan jepang yang bahkan untuk hari minggupun kadang kita harus lembur, datanglah kesempatan kedua. Persiapan sudah matang, teman-teman sudah fix bisa ikut menemani saya ke studio metrotv. tapi ternyata saya diharuskan lembur pemirsa.
galau bukan main, tapi gak segitunya kelleesss..  saya sangat amat merasa bersalah karena sudah mengajak teman-teman saya tetapi ternyata saya yang tidak bisa meluangkan waktu..
dan saya harus merelakan tiket yang dengan susah payah saya dapatkan.
Hilanglah kesempatan emas melihat jalan emas (Golden Ways. Red).
jikalau saya mempunyai banyak waktu untuk menghadirinya tentu dengan cepat saya akan meluncur ke lokasi taping di studio metrotv daerah kedoya.
Sayangnya Tidak..

Om.. kapan saya bisa langsung melihat anda.. rasa-rasanya kesempatan langka ini memang susah buat saya, ketika saya mencoba untuk yang ketiga kalinya. ternyata saya pun kalah cepat, karena jumlah peserta sudah mencukupi dan kesempatan mendaftar pun sudah hilang.

Semoga di kesempatan berikutnya saya Bisa..
Aamiin..

Jumat, 14 Februari 2014

Bekasi Kini

Tulisan ini hanya sekedar unek-unek dari saya..

Lama tinggal di daerah named  Pemalang in central java..

ceileh.... sok inggris beud ya..
Ceritanya dulu saya memang tinggal dan besar di daerah tersebut. Jujur masa-masa kecil saya terasa begitu indah.. gak pernah terfikirkan hal-hal muluk untuk pergi outside from my own town.
but Semenjak lulus SMA,  hijrah ke daerah penyangga ibukota named Bekasi.

Dan ternyata Sekarang saya terdampar di Bekasi.
yah.. bekasi .
Bekasi, ya.. kota yang mulai bergeliat dalam segi pembangunan.. di masa tahun 2009 ketika saya pertama menginjakan kaki di kota Bekasi.. Rasa-rasanya bekasi masih terlihat hijau.. belum banyak gedung skycraper 

Sekarang macet dimana-mana. tiap pagi hampir di tiap jalan besar di kota bekasi bahkan di tingkat kabupatennya bakal dipastikan padat merayap. baik mobil pribadi maupun umum tiap hari "berebut"  jalanan..

Gak aneh memang karena sebagian besar warga bekasi adalah para pekerja baik itu karyawan swasta maupun PNS yang harus berangkat dikala pagi buta. karena tentunya mereka kebanyakan bekerja di daerah jakarta. jadi akses menuju jalan tol timur maupun tol barat banyak sekali bus "jemputan" yang akan membawa mereka ke tempat bekerja.
Dan ingat di beksi banyak sekali pekerja pendatang karena di bekasi banyak juga kawasan industri berikat like MM2100, ejib, hyundai, indotaisei etc.
Kebanyakan dari para pendatang yang sebagian besar berasal dari jawa dan tanah sunda adalah pekerja pabrik atau biasa disebut PT, kata orang-orang sini.

FAKTA BEKASI

Bekasi Banjir

 Mungkin karena sekarang udah jamannya global warming jadinya dimana-mana bisa banjir gak cuman jakarta aja. Di Bekasi Ketika hujan tiba bisa dipastikan jalanan di daerah bekasi, khususnya bekasi timur tepatnya di perempatan bulak kapal, jl diponegoro jalan yang sudak agak "rusak" akan terlihat seperti anak sungai yang mengalirkan airnya. masih mending mengalir. lah ini gak ngalir-ngalir.. mungkin karena kontur tanah yang agak kedalam ditambah drainase air yang buruk menyebabkan air gak mengalir dengan baik.
Dan efek dari semua itu aktivitas kita sebagai warga Bekasi bakalan terganggu.
dan akibat jalanan sudah menjadi lautan air akibatnya kemacetanpun terjadi..



Sabtu, 15 Oktober 2011

CERITA PEMALANG : Sejarah Pemalang

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesha yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syeikh Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijkloff van Goens dan data di dalam buku W. Fruin Mees yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Panembahan Senopati dan Panembahan Seda Krapyak dari Mataram menaklukkan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Mulyoharjo, Widuri dan kemudian Bojongbata.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran ini asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Farid Kurniawan.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).

Kadipaten bawahan Mataram

Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.

Masa Perang Diponegoro

Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.

Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog van 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.
Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan). Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan joglo sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.

Masa kolonial Belanda dan seterusnya

Dengan demikian Kabupaten Pemalang telah mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Secara biokratif Pemerintahan Kabupaten Pemalang juga terus dibenahi. Dari bentuk birokratif kolonial yang berbau feodalistik menuju birokrasi yang lebih sesuai dengan perkembangan di masa sekarang.

Hari jadi dan sesanti

Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk memperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.
Salah satu alternatif penetapan hari jadi Kabupaten Pemalang ialah pada saat diumumkannya pernyataan Pangeran Diponegoro untuk mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823. Namun, berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang, hari jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575, atau bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang. Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkala Lunguding Sabda Wangsiting Gusti yang mempunyai arti harfiah : kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751. Sedangkan tahun 1496 Je diwujudkan dengan Candra Sengkala Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.
Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah Pancasila Kaloka Panduning Nagari, dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751

Geografi

Bagian utara Kabupaten Pemalang merupakan dataran rendah, sedang bagian selatan berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Slamet (di perbatasan dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga), gunung tertinggi di Jawa Tengah. Sungai terbesar adalah Kali Comal, yang bermuara di Laut Jawa (Ujung Pemalang).
Ibukota kabupaten ini berada di ujung barat laut wilayah kabupaten, berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Pemalang berada di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya. Selain itu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Pemalang dengan Purbalingga. Salah satu obyek wisata terkenal di Pemalang adalah Pantai Widuri.
Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis Kabupaten Pemalang terletak antara 109°17'30" - 109°40'30" BT dan 6°52'30" - 7°20'11" LS.
Dari Semarang (Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten ini berjarak kira-kira 135 Km ke arah barat, atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3 - 4 jam. Kabupaten Pemalang memiliki luas wilayah sebesar 111.530 km², dengan batas-batas wilayah :
Dengan demikian Kabupaten Pemalang memiliki posisi yang strategis, baik dari sisi perdagangan maupun pemerintahan.
Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian Utara Kabupaten Pemalang merupakan daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1 - 5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6 - 15 m di atas permukaan laut dan bagian Selatan merupakan dataran tinggi dan pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16 - 925 m di atas permukaan laut. Wilayah Kabupaten Pemalang ini dilintasi dua buah sungai besar yaitu Sungai Waluh dan Sungai Comal yang menjadikan sebagian besar wilayahnya merupakan daerah aliran sungai yang subur.

Pembagian administratif

Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dankelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pemalang.
Di samping Pemalang, kota-kota kecamatan lainnya yang cukup signifikan adalah Comal, Petarukan, Ulujami, Randudongkal dan Moga.
Kecamatan di Kabupaten Pemalang yaitu:
  1. Bodeh
  2. Ulujami
  3. Comal
  4. Ampelgading
  5. Petarukan
  6. Taman
  7. Pemalang
  8. Bantarbolang
  9. Randudongkal
  10. Warupring
  11. Moga
  12. Pulosari
  13. Watukumpul
  14. Belik
Kabupaten Pemalang kebanyakan merupakan suku Jawa. Di bagian barat dan selatan, penduduknya bertutur dalam bahasa Jawa dialek Tegal, sedangkan di bagian timur seperti di Petarukan, Comal, Ulujami, Ampelgading dan Bodeh bertutur dalam bahasa Jawa dialek Pekalongan.

KREDIT : id.wikipedia.org